Etiologi Coryza

Posted by

Penyakit yang diberi nama Bacillus Haemoglobinophilus coryza gallinarum ini pertama kali ditemukan oleh De Blieck, seorang peneliti Belanda pada tahun 1931-1932. Nama bakteri yang semula Haemoglobinophilus coryza gallinarum diganti menjadi Haemophilus gallinarum atas usulan peneliti dari Amerika (Eliot dan Lewis). Bakteri Haemophillus gallinarum diduga memerlukan hemin (faktor x) dan nocotinamide adenine denucleotide/NAD (faktor v) untuk pertumbuhannya dan hanya memerlukan faktor v (NAD) untuk menginfeksikan penyakit coryza pada unggas. Pertumbuhan invitro pada bakteri ini hanya memerlukan nocotinamide adenine denucleotide/NAD (faktor v) untuk penginfeksiannya. Bakteri Haemophilus penyebab Infeksius coryza pada unggas selain ayam yang memerlukan NAD dan hemin untuk pertumbuhan invitro dinamakan Haemophillus Paragallinarum (Reid dan Blackall, 1984).

Bakteri penyebab infeksius coryza (Haemophillus Paragallinarum) pada ayam terbagi dalam 3 serotipe, yaitu A, B dan C, hal ini dibuktikan menggunakan metode Plate Aglutination Test (PAT). Penelitian Kato dan Tsubahara pada tahun 1962 mengklasifikasikannya ke dalam3 serotipe, yaitu I, II, dan III, tetapi selanjutnya dikatakan bahwa serotipe II dan III merupakan varian dari serotipe I. Penelitian lebih lanjut dikembangkan oleh Sawata et all pada tahun 1979, menggunakan metode Rapid PAT dan Cross Absorption Test (CAT), dan mengidentifikasi 2 serotipe, yaitu 1 dan 2, dimana serotipe 1 dan 2 dari Sawata identik dengan serotipe A dan C. (Kume et al, 1980).

Penyakit coryza yang dikenal dengan nama Haemophillus paragallinarum diketahui masih satu genus dengan Pasteurella gallinarum, Pasteurella avium dan Pasteurella volantium yang juga menyerang hewan lain, sehingga diklasifikasikan kembali dengan nama Avibacterium paragallinarum. Bakteri Avibacterium paragallinarum merupakan bakteri gram negatif, berbentuk batang pendek atau coccobacilli, tercat polar, non-motil, tidak membentuk spora, fakultatif anaerob dan membutuhkan faktor-v untuk bisa menyebabkan penyakit pada unggas. Avibacterium Paragallinarum merupakan organisme yang mudah mati atau mengalami inaktivasi secara cepat diluar tubuh hospes. Penyakit ini dapat menyerang ayam kampung, ayam petelur dan ayam pedaging dan sangat mudah menular dari satu ayam ke ayam yang lain dalam satu kandang (Tabbu, 2000).


Masa inkubasi penyakit terjadi antara 1-3 hari, dengan perjalanan penyakit dapat mencapai 1-3 minggu. Berdasarkan kejadian di lapangan angka kematian sangat rendah antara 0-5%, tetapi angka kesakitan dapat mencapai 30-40% dan sangat berpeluang menyebabkan penurunan produksi telur hingga 10-50%. Eksudat infeksius yang bercampur dengan air minum dalam kandang akan mengalami inaktivasi dalam waktu 4 jam pada temperatur yang fluktuatif. Eksudat atau jaringan yang mengandung bakteri ini akan tetap infeksius selama 24 jam pada temperatur 37, bahkan kadang-kadang dapat sampai 48 jam sehingga penyebaran tergolong cepat terutama pada peternakan dengan sistem sanitasi dan biosecurity yang kurang baik (Tabbu, 2000).

loading...


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 14:09

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Berkaitan

loading...